Chrome Pointer
S E L A M A T _ D A T A N G

Minggu, 11 Januari 2015

SUBJECTIVE WELL-BEING KARYAWAN PERUSAHAAN




Description: logo unnes putih.jpg

SUBJECTIVE WELL-BEING KARYAWAN PERUSAHAAN
Studi Kasus PT. Indofood Tbk Ngaliyan
Laporan observasi ini disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah Antropologi Terapan
Dosen Pengampu        : Akhriadi Sofyan






disusun oleh    :
Afiat Afianti                                                 3401413085
Ayu Herni Iliyanti                             3401413087
Ika Nofita Nurhayati                         3401413089
Agung Kurniawan                             3401413098
Muhammad Septiyan Khalali            3401413100



JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan  kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan serta kelancaran dalam menyelesaikan penyusunan laporan ini. Laporan hasil observasi yang berjudul “SUBJECTIVE WELL-BEING KARYAWAN PERUSAHAAN (Studi Kasus PT. Indofood Ngaliyan, Semarang) ini disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Antropologi Terapan, Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Universitas Negeri Semarang.
Dalam penulisan laporan ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun pada materi. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak penulis harapkan demi penyempurnaan laporan ini.
Dalam penulisan laporan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada:
1.      Allah Subhanahu Wa Ta’ala
2.      Bapak Akhriadi Sofyan selaku dosen pengampu mata kuliah Antropologi Terapan
3.      Karyawan PT. Indofood Semarang
4.      Pemilik warung yang berada di sekitar lokasi PT. Indofood Semarang
5.      Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberi bantuan dan dorongan kepada penulis, baik selama melaksanakan observasi maupun dalam menyelesaikan laporan ini, serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis. Untuk itulah, kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat penulis harapkan, demi kesempurnaan tulisan ini. Terlepas dari kekurangan-kekurangan, penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
                                                           
                                                                       
Semarang, Desember 2014

                                                                                                                        Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Antropologi terapan merupakan salah satu bidang kajian antropologi yang berhubungan dengan kebutuhan dan masalah masa kini. Antropologi terapan pun terbagi lagi menjadi beberapa bidang. Antropologi terapan juga mengenai perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, yang biasanya perubahan tersebut merupakan perubahan yang terencana.
Dengan semakin berkembangnya dan majunya zaman kini banyak kebiasaan orang yang berubah, termasuk dalam hal pekerjaan. Dengan majunya zaman, dunia industri kini menjadi hal yang sangat menentukan kemajuan suatu negara atau suatu daerah. Negara yang memiliki banyak industri atau sering dikenal dengan negara industri saat ini menjadi negara yang maju dan menjadi negara yang menguasai dunia. Contohnya adalah negara Jepang, Cina, Korea, dan lain sebagainya.
Adanya pernyataan mengenai negara industri tersebut menjadi negara maju, maka banyak negara-negara yang beralih menjadi negara industri. Karena negara industri mengindikasikan negara tersebut sebagai negara maju. Indonesia, adalah salah satu negara yang sedang beranjak untuk merubah dari negara agraris menjadi negara industri. Banyak terlihat pembangunan-pembangunan industri di daerah-daerah bahkan di desa-desa. Dan yang lebih disayangkan adalah lahan yang awalnya merupakan persawahan atau perkebunan kemudian diubah menjadi perindistrian.
Dengan pembangunan industri di suatu daerah sebenarnya dapat mengindikasikan bahwa daerah tersebut dapat lebih maju. Selain itu dengan adanya pembangunan industri di suatu daerah juga sebenarnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Hal itu dapat dilakukan dengan perekrutan masyarakat untuk bekerja di industri tersebut. Akan tetapi pembangunan dan keberadaan industri tersebut biasanya tidak mempedulikan kesejahteraan psikologis maupun kesejahteraan fisik.
Berdasarkan fakta yang telah dijelaskan di atas, maka penulis berinisiatif untuk melakukan observasi mengenai tingkat kesejahteraan dengan adanya industri, khususnya kesejahteraan pada karyawan industri PT. Indofood Ngaliyan Semarang.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas maka penulis mengambil sebuah rumusan masalah yaitu bagaimana apakah PT Indofood memperhatikan kesejahteraan karyawannya serta bagaimana bentuk atau upaya dalam mewujudkan kesejahteraan karyawan tersebut.
1.3  Tujuan
Tujuan dari penulisan laporan observasi ini adalah untuk mengetahui apakah PT Indofood memperhatikan karyawannya serta mengetahui bentuk atau upaya yang ada di PT Indofood dalam mewujudkan kesejahteraan karyawannya.






















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Metode Observasi
Metode yang digunakan dalam melaksanakan observasi di  PT. Indofood Ngaliyan Semarang adalah sebagai berikut:    
a.       Wawancara
Dalam melakukan wawancara ini kami selaku observer telah menyiapkan instrumen observasi berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. Dengan wawancara tertulis ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan observer mencatatnya. Dalam wawancara terstruktur ini pula, pengumpulan data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data yang dilakukan secara bergantian.
Wawancara ini dilakukan kepada beberapa karyawan PT. Indofood Ngaliyan Semarang dan kepada pemilik warung yang berada di sekitar lokasi PT Indofood Semarang.
b.      Dokumetasi
Metode yang kami gunakan selain wawancara adalah metode dokumentasi. Observer menggunakan metode ini untuk pengumpulan data dalam observasi yang berbentuk dokumen-dokumen untuk memperoleh beberapa keterangan atau informasi yang dibutukan. Selain itu juga melakukan dokumentasi dengan foto-foto dalam pelaksanaan observasi.

2.2 Waktu dan Tempat Observasi
a.       Waktu Observasi
Sebelum melakukan observasi, observer melakukan survei lapangan terlebih dahulu pada tanggal 21 November 2015 untuk mengetahui apakah dapat melakukan observasi pada perusahaan tersebut atau tidak. Kemudian observer melakukan observasi secara berulang-ulang dimulai sejak tanggal 23 November 2015.
b.      Tempat Observasi
Tempat atau lokasi observasi adalah di PT Indofood yang berada di Jalan Tambak Aji II no 8 Desa Beringin, Tambak Aji, Ngaliyan, Semarang.



2.3 Hasil Observasi
Berdasarkan kamus bahasa Indonesia sejahtera berarti aman, sentosa, dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan, kesukaran, dan sebagainnya). Berarti dapat diambil kesimpulan bahwa kesejahteraan merupakan sebuah keadaan atau kondisi dimana seseorang merasakan kenyamanan, keamanan, keselamatan, ketentraman hidup, kemakmuran, dan terlepas dari segala macam ancaman dan gangguan.
Kesejahteraan karyawan perusahaan tergantung dari perusahaan dimana dia bekerja. Apakah perusahaan mampu mensejahterakan karyawannya atau tidak. Mensejahterakan berarti membuat karyawan merasa sejahtera. Kesejahteraaan karyawan dapat dilihat dari kebijakan-kebijakan yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Kebijakan-kebijakan yang diberikan oleh perusahaan biasanya akan bertujuan untuk menguntungkan perusahaan saja, tanpa melihat kesejahteraan karyawan.
Dalam observasi mengenai kesejahteraan PT. Indofood Semarang, kami meneliti mengeai beberapa aspek kebijakan yang ada dalam perusahaan tersebut. Aspek-aspek tersebut antara lain keselamatan karyawan, asuransi, pembagian kerja, jenjang karir, komunikasi yang terjalin, jam kerja, dan lain sebagainya.
Yang pertama adalah kebijakan mengenai keselamatan kerja. Berdasarkan informasi dari narasumber, PT. Indofood Semarang telah memperhatikan karyawannya dalam hal keselamatan kerja. Setiap karyawan memiliki atau diberikan jaminan keselamtan kerja. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang mengancam keselamatan kerja, misalnya terjadi kecelakaan dalam bekerja, maka semua biaya pengobatan akan ditanggung oleh perusahan. Jaminan tersebut berhubungan dengan Jamsostek (Jaminan sosial dan tenaga kerja). Ada pula tunjangan kesehatan berupa BPJS.
Selanjutnya adalah asuransi. Dalam PT. Indofood Semarang dana keselamatan tidak hanya satu. Sebenarnya asuransi juga berhubungan dengan dana jaminan seperti yang teradapat pada poin pertama tersebut. Asuransi yang terdapat dalam perusahaan ini adalah asuransi jiwa. Sehingga ketika terjadi hal yang mengancam keselamatan karyawan, misalnya terjadi kematian maka karyawan akan mendapat dana asuransi.
Dana sakit yang diberikan perusahaan terdapat jenjang. Untuk level 3-10 dalam setahun biasanya akan diberi 22 juta rupiah jika kaeryawan masih single. Sedangkan untuk karyawan yang telah berkeluarga akan mendapatkan 40 juta rupiah. Biaya yang pasti diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang rawat jalan yaitu sebesar 1,7 juta. Dana ini akan pasti keluar sekalipun karyawan tidak sakit. Dana ini sebesar 1,7 juta ini adalah per tahun. Jadi jika karyawan tidak menggunakan dana ini, dalam artian ia tidak sakit, maka karyawan akan mendapatkan dana tambahan sebanyak 1,7 juta per tahun.
Terdapat hal yang menarik dalam PT. Indofood Semarang ini yang bertujuan untuk memajukan atau membuat anak-anak karyawan semangat belajar. Kebijakan tersebut ialah dengan pemberian dana beasiswa, pemberian tas, sepatu, dan lain-lain kepada anak karyawan yang mendapatkan rangking satu. Hal tersebut dilakukan dengan orang tua atau karyawan menunjukkan rapor siswanya. Dengan adanya hal ini, karyawan-karyawan tersebut berlomba-lomba agar anaknya bisa mendapatkan rangking 1. Sehingga kebanyakan dari mereka banyak yang mendaftarkan anak-anaknya di kelas-kelas (les) di luar sekolah.
Pembagian kerja. Pembagian kerja dalam PT. Indomie Indofood sudah baik. Hal tersebut terbukti dengan tidak adanya karyawan yang harus melakukan tugasnya di lebih dari satu bagian. Contohnya bagian produksi tidak akan ikut campur atau disuruh mengurusi bagian pengemasan. Contoh yang lain adalah yang dipekerjakan pada bagian limbah adalah laki-laki, karena pekerjaan tersebut berhubungan dengan mesin-mesin. Dengan hal tersebut maka akan memudahkan karyawan dalam melakukan tugas pekerjaannya. Selain itu, jenjang karir juga terdapat dalam perusahaan ini. Sehingga dari salah satu narasumber yang berhasil kami wawancarai berkata bahwa ia ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan.
Pembagian kerja juga akan terkait dengan jam kerja. Terdapat tiga shift kerja dalam PT. Indofood Semarang. Shift pertama dimulai pada jam 07.00 dan berakhir pada pukul 15.00. Shift kedua dimulai pukul 15.00 dan berakhir pada pukul 23.00. Shift ketiga dimulai pada pukul 23.00 dan berakhir pada pukul 07.00. Setiap shift diberikan waktu istirahat selama satu jam. Dan untuk karyawan bagian produksi, pengemasan, dan lain-lain terkecuali bagian limbah, telah disediakan makan didalam perusahaan. Hal ini nampaknya juga merupakan salah satu kebijakan yang bertujuan mensejahterakan karyawan. Selain itu, berdasarkan informasi dari karyuawan perusahaan tersebut, jam kerja perusahaan sudah ideal. Hal itu terbukti pula dengan adanya beberapa karyawan yang mampu memiliki pekerjaan lain selain sebagai karyawan di perusahaan tersebut. Salah satunya adalah Mas Purwanto yang bisa memiliki warung angkringan sendiri.
Salah satu hal yang paling penting terhadap sesuatu yang dilakukan secara rutin, misalnya pekerjaan, adalah terkait dengan ijin. Seperti halnya instansi maupun perusahaan-perusahaan yang lain, PT. Indofood juga memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk tidak masuk, akan tetapi harus melampirkan surat. Jika sakit maka harus melampirkan surat keterangan sakit dari dokter.  Jika karyawan tidak masuk akan tetapi tidak melampirkan surat, maka akan diberikan surat peringatan (SP). Jika tidak berangkat bekerja satu kali tanpa alasan, maka akan diberi SP 1. Jika tidak berangkat dua kali tanpa alasan, maka akan diberi SP 2. Dan yang terakhir adalah jika tidak berangkat tiga kali tanpa alasan, maka akan diberi SP 3, yang artinya karyawan tersebut dikeluarkan. Begitu pula yang terjadi jika karyawan melakukan kesalahan. Jika kesalahan yang dilakukannya merupakan kesalahan ringan, maka karyawan hanya akan mendapat teguran dari atasan. Akan tetapi jika kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan berat maka akan mendapatkan SP (surat peringatan) yang bisa berujung pada dikeluarkannya karyawan tersebut.
Libur atau cuti bersama yang ada di PT. Indofood Semarang biasanya akan sama dengan perusahaan-perusahaan yang lain. Ketika hari raya idul fitri, hari libur disesuaikan berdasarkan kebijakan dari SPSI (Sarekat Pekerja Seluruh Indonesia) dan perusahaan tidak akan keberatan dengan hari libur tersebut. Melalui SPSI pula, para karyawan akan menyampaikan keluhan-keluhannya dalam melakukan pekerjaan.
Terdapat beberapa macam dana tunjangan yang diperoleh karyawan PT. Indofood Semarang. Salah satu bonus adalah pada hari raya idul fitri karyawan akan mendapatkan bonus berupa tunjangan hari raya (THR). Selain itu, para karyawan juga mendapat bonus, khususnya bagi mereka yang telah berkeluarga. Bagi karyawan yang telah berkeluarga akan mendapat tunjangan istri dan tunjangan anak, untuk dua anak. Sedangkan bagi karyawan yang masih single maka akan dapat bonus sesuai dengan hasil penilaian kerja. Adapula keistimewaan bagi para karyawan yaitu ketika membeli produk indofood di koperasi perusahaan dengan menunjukkan kartu karyawan akan mendapat potongan harga.
Perusahaan juga mengembangkan jiwa sosial kepada karyawannya. Hal tersebut terbukti dengan pengadaan dana sosial untuk pembangunan misalnya masjid, panti asuhan, dan sebagainya. Karyawan memberikan dana seikhlasnya dan kemudian dikoordinir oleh panitia. Pembangunan terakhir pada tahun 2014 adalah pembanguan kamar mandi dan beberapa kamar tidur di panti asuhan di Boja, Kendal.
Selain kebijakan-kebijakan di atas, perusahaan juga memberikan satu kegiatan yang bertujuan untuk mempererat hubungan sesama karyawan dan atasan. Kegiatan tersebut berupa kegiatan outbond. Outbond tersebut diadakan setiap setaahun sekali. Nama dari kegiatan ini adalah Noodle Cup.
Berdasarkan penuturan dari narasumber yang kami wawancari, mereka memberikan pernyataan bahwa PT Indofood adalah salah satu perusahaan yang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Hal tersebut mereka bandingkan dengan karyawan-karyawan dari perusahaan lain yang belum tentu bisa mendapatkan kebijakan-kebijakan seperti yang telah dijelaskan di atas.






















BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Kesejahteraan merupakan sebuah kondisi dimana seseorang merasakan nyaman, aman, tentram, serta jauh dari rasa terancam baik secara fisik maupun secara psikologis. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, PT. Indofood Semarang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Begitu pula karyawannya merasa bahwa mereka tidak terbebani dan mengeluh dengan segala kebijakan perusahaan. Kebijakan-kebijakan yang membuktikan bahwa perusahaan memperhatikan kesejahteraan karyawan adalah meliputi beberapa aspek, yaitu keselamatan kerja, asuransi jiwa, dana tunjangan, pembagian kerja, jam kerja, dan beberapa pelatihan dan pengembangan baik secara fisik maupun secara psikologis karyawan.
3.2 Saran
1.    Saran bagi perusahaan
Tercapainya kinerja maksimal perusahaan merupakan visi terbesar perusahaan yang memerlukan timbal balik antara perusaan dan karyawan. Perusahaan Indofood merupakan perusaan yang memiliki sistem yang mampu membuat karyawan sejahtera. Penulis memberikan saran kepada perusahaan untuk terus meningkatkan dan memperbaiki kebijakan, sehingga kebijakan perusahaan lebih sesuai dengan kebutuhan karyawan.
2.    Saran bagi karyawan
Kayawan yang berpartisipasi aktif adalah karyawan yang menguntungkan bagi perusahaan. keaktifan karyawan dalam perusahaan memberikan perasaan puas dan rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan. penulis memberikan saran kepada karyawan untuk lebih meningkatkan produktivitas demi tercapainya tujuan perusahaan, sehingga perusahaan lebih mampu lagi dalam memenuhi kesejahteraan karyawan.
3.    Saran untuk observer berikutnya
Observasi ini memiliki banyak kekurangan, kekurangan dalam pelaksanaan membuat data yang diperoleh kurang lengkap. Tidak adanya survey ilmiah merupakan sisi lain kekurangan laporan ini. Diharapkan untuk observasi berikutnya, observer lebih memperbanyak waktu pelaksanaan dan memperbanyak metode pengumpulan data sehingga dapat diperoleh data yang lebih lengkap dan valid.
Daftar Pustaka
Anwar,Dessy. 2001. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya. Karya Abditama
       




























Lampiran Dokumentasi





2014-12-09 15.05.54.jpg,2014-12-09 16.12.46.jpg
2014-12-09 15.09.19.jpg,2014-12-09 16.19.09.jpg


Pos kamling desa beringin yang berada di sekitar perusahaan                       kos dan kontrakan karyawan perusahaan


Wawancara bersama Mas Purwanto, salah satu karyawan PT. Indofood               Warung yang berada di sekitar perusahaan










IMG_20150108_183621.jpg
IMG_20150108_183625.jpg


IMG_20150108_183614.jpg


IMG_20150108_183609.jpg

wawancara dengan pemilik waruing yang berada di sekitar perusahaan
wawancara bersama karyawan perusahaan

SOSIOLOGI PENDIDIKAN GURU PAUD LULUSAN PAKET C MAMPU MENDIDIK MURIDNYA DENGAN BAIK?



SOSIOLOGI PENDIDIKAN
GURU PAUD LULUSAN PAKET C MAMPU MENDIDIK MURIDNYA DENGAN BAIK?
Studi Kasus PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari Kecamatan Ajibarang
 Kabupaten Banyumas
Laporan observasi ini disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah Sosiologi Terapan
Dosen Pengampu        : Fulia Aji Gustam, S.Pd., M.Pd.







Disusun oleh   :
Ika Nofita Nurhayati
3401413089



JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sosiologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari atau mengkaji tentang masyarakat dan segala aspek yang ada di dalamnya. Dalam perkembangannya, ilmu sosiologi memiliki ilmu bagian yaitu sosiologi terapan. Sosiologi terapan muncul untuk tujuan memecahkan masalah-masalah yang tumbuh dimasyarakat. Karena semakin kompleksnya masalah-masalah dalam kehidupan manusia, maka sosiologi terapan pun hadir dengan beberapa spesialisasi-spesialisasi. Beberapa spesialisasi sosiologi terapan antara lain sosiologi keluarga, sosiologi pendidikan, sosiologi politik, sosiologi pembangunan, sosiologi agama, dan lain-lain.
 Sosiologi pendidikan sebagai salah satu bagian dari sosiologi terapan juga mengalami permasalahan yang berhubungan kepuasan masyarakat terhadap pendidikan maupun system pendidikan yang ada. Sebagian besar penduduk Indonesia, khususnya di Jawa, telah memiliki pemikiran bahwa pendidikan merupakan salah satu hal yang penting. Oleh karena itu, masyarakat biasanya akan mempertimbangkan kualitas dalam memilih tempat menempuh pendidikan.
Dewasa ini makin banyak sekolah didirikan mulai dari tingkat yang paling bawah hingga ke tingkat pendidikan tinggi. Salah satu pendidikan yang kini mulai populer adalah pada pendidikan anak usia dini. Banyak sekolah-sekolah PAUD yang didirikan bahkan hingga ke desa-desa. Dari situlah kemudian muncul beberapa masalah terutama pada tenaga pendidik. Tidak jarang dari para pendidik di PAUD bukan merupakan alumni jurusan pendidikan guru PAUD, biasanya mereka berasal dari jurusan di luar PAUD, lulusan SMA, dan bahkan ada pula yang lulus kejar Paket C. Keterbatasan sarjana PGPAUD juga nampaknya sebagai salah satu faktor penyebab hal tersebut. 
Keberadaan para tenaga pendidik yang kebanyakan bukan lulusan PGPAUD tersebut kerap kali membuat orang tua merasa ragu akan kepandaiannya dalam mendidik anak-anak usia dini dengan emosi yang belum stabil. Orang tua biasanya akan khawatir para pendidik tersebut tidak mampu mendidik buah hati mereka dengan baik. Berbeda dengan para pendidik yang dari lulusan PGPAUD yang memang telah dibekali dengan macam-macam pembelajaran untuk anak usia dini.
Oleh karena itu dalam laporan observasi ini akan diuraikan mengenai kemampuan tenaga pendidik PAUD lulusan Paket C dalam mendidik murid-muridnya kususnya di PAUD Tunas Taqwa 2 Desa Banjarsari, Kecamatan Aibarang, Kabupaten Banyumas. Akan tetapi karya tulis ini tidak bermaksud untuk memandang sebelah mata kemampuan lulusan Paket C dan membeda-bedakan latar belakang pendidikan.

1.2  Rumusan Masalah
        Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana proses belajar mengajar di PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari?
2.      Bagimana kemampuan tenaga pendidik dalam mendidik murid-muridnya di PAUD Tunas  Taqwa 2 Banjarsari?

1.3  Tujuan
        Tujuan dari penulisan laporan observasi ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui proses belajar mengajar di PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari.
2.      Untuk mengetahui kemampuan tenaga pendidik dalam mendidik murid-muridnya di PAUD Tunas  Taqwa 2 Banjarsari.











BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Proses Belajar Mengajar di PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari
Kegiatan belajar mengajar di PAUD tunas Taqwa 2 Banjarsari dimulai pada jam 7.15 menit. Kegiatan pertama biasanya dilakukan di luar ruangan kelas. Kegiatan pertama ini disebut dengan kegiatan penyambutan. Alokasi waktu untguk kegiatan penyambutan adalah 15 menit. Ketika kegiatan ini dilakukan guru sambil memutar musik yang berupa lagu anak-anak, lagu rohani, atau lagu-lagu nasional. Kegiatan penyambutan tersebut terdiri dari melepas sepatu, berbaris, dan salaman. Akan tetapi setiap hari selasa kegiatan penyambutan ditambah dengan olahraga dan alokasi waktunya pun biasanya akan bertambah.kegiatan penyambutan tersebut dilakukan dengan tujuan mengakrabkan antar peserta didik dan melatih peserta didik untuk tertib.
Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan awal. Kegiatan ini diawali dengan mengaji dan menggambar bebas. Setelah anak masuk kelas kemudian mereka bergilir satu persatu untuk mengaji. Awalnya anak akan diajari baca tulis al quran. Mereka mengaji mulai dari Iqro’ 1. Sistem pergantiannya adalah ketika peserta didik mampu memahami nama huruf dan cara membacanya. Ketika peserta didik tidak mau mengaji biasnya guru akan membujuk hingga peserta didik mau mengaji. Sebenarnya target guru adalah minimal satu hari satu halaman. Akan tetapi peseta didik yang masih anak-anak dan bersifat moody tersebut biasanya akan menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Anak biasnya akan menyudahi ketika baru setengah halaman. Namun hal tersebut tak membuat guru marah dan memaksa peserta didik. Setelah mengaji guru akan memberikan satu lembar kertas kosong dan memerintahkan untuk peserta didik menggambar bebas sambil menunggu teman lain yang mengaji. Kemudian anak mengambil keranjang mereka masing-masing yang berisi peralatan belajar seperti crayon, pensil, buku gambar, lem, gunting, dan lain-lain. Di PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari memang peralatan belajar peserta didik telah dijadikan satu anak satu keranjang dan diberi nama. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebiasaan anak yang suka berebut apabila peralatan tersebut harus dibagi setiap kali akan dipakai. Setelah peserta didik selesai menggambar kemudian dikumpulkan kepada guru dan setelah itu guru menanyakakan apa yang peserta didik gambar. Kegiatan ini biasanya juga digunakan oleh guru untuk mengabsen. Kemudian guru mengabsen dengan memanggil nama peserta didik satu persatu.
Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan membaca doa-doa pendek. Doa yang setiap hari wajib dibaca adalah syahadat, surat al fatihah, doa belajar, doa untuk kedua orang tua, dan doa selamat dunia dan akhirat. Adapula doa yang bergilir setiap tiga minggu seperti doa wudhu, doa naik kendaraan, doa tidur, dan doa-doa pendek lainnya. Setelah membaca doa-doa pendek, kemudian membaca suratan pendek mulai dari Al Fatihah, An Nas, Al Falaq, Al Ikhlas, Al Zalzalah, dan suratan pendek lainnya. Biasanya suratan pendek tersebut juga berganti-ganti setiap tiga minggu. Setelah selesai membaca suratan pendek kemudian membaca asmaul husna dan dilanjutkan dengan ikrar PAUD. Biasanya dalam membaca doa maupun suratan pendek tersebut guru akan menawarkan kepada peserta didik untuk membaca sendiri di depan. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian peserta didik. Dalam kegiatan ini biasanya kan diselingi dengan lagu-lagu sebagai penyemangat peserta didik dalam belajar. Lagu-lagu tidak selalu berubah atau berganti. Biasanya guru mendapatkan lagu-lagu baru ketika mengikuti diklat maupun pertemuan-pertemuan yang lain. Kegiatan ini diakhiri pada pukul 09.00 dan kemudian istirahat. Sebelum istirahat membaca doa makan dan doa masuk kamar mandi. Memang pada dasarnya PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari merupakan PAUD yang berbasis pada pendidikan agama islam.
Pada pukul 09.30 peserta didik melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan masuk pada kegiatan inti yaitu materi. Materi pembelajaran disesuaikan dengan tema yang telah dirancang pada program semester (promet) dan dilanjutkan pada program mingguan. Tema berganti setiap tiga minggu sekali. Selain dijelaskan mengenai materi atau tema yang sedanmg diajarkan, biasnya peserta didik akan diajak untuk keluar kelas melihat langsung materi yang sedang dipelajari, misalnya tumbuhan, kebersihan, dan lain-lain. Selain dengan penjelasan dan terjun lapangan biasanya guru akan menggunakan majalah sebagai pembantu dalam proses belajar mengajar.
Pada pukul 10.15 kegiatan belajar mengajar diakhiri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan beres-beres dan doa penutup yaitu surat Al Asr. Kemudian pada pukul 10.30 peserta didik berbaris dan bersalaman satu persatu sambil keluar dari kelas.
Tenaga pendidik meskipun hanya lulus paket C akan tetapi sering mengikuti pelatihan pelatihan. Beberapa pelatihan-pelatihan tersebut antara lain magang di PAUD Sinar Mentari Dukuh Waluh Purwokerto, Pelatihan Kurikulum di UPK Ajibarang, Pelatihan Menari di Dinas Pendidikan Banyumas, pelatihan pendidik PAUD di PKBM Banjarsari, dan beberapa pelatihan-pelatihan yang lain.

2.2  Kemampuan tenaga pendidik dalam mendidik murid-muridnya di PAUD Tunas  Taqwa 2 Banjarsari
Tenaga pendidik merupakan ujung tombak dari keberhasilan peserta didik. Selain itu tenaga pendidik juga merupakan salah satu faktor untuk memajukan sekolah. Oleh karena itu, kemampuan atau skill tenaga pendidik harus sangat diperhitungkan. Tidak hanya tenaga pendidik yang ada  di tingkat lanjutan, akan tetapi untuk saat ini tenaga pendidik yang berkompeten sangat  dibutuhkan dalam mendidik anak-anak usia dini yang sekarang menjadi sebuah sekolah bernama pendidikan anak usia dini. Mengingat usia-usia mereka adalah usia emas yang harus dibekali dan dididik dengan benar.
Kemampuan dari seorang pendidik, khususnya pendidik di PAUD dapat dilihat dari para lulusan PAUD yang kemudian melanjutkan ke taman kanak-kanak (TK). Anak-anak yang sebelum masuk TK telah menempuh PAUD biasanya akan ada perbedaan dengan mereka yang sebelumnya sekolah di PAUD. Akan tetapi hal tersebut sangat tergantung dari tenaga pendidik di PAUD yang bersangkutan. Lantas bagaimana dengan tenaga pendidik PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari yang tenaga pendidiknya merupakan lulusan Paket C?
Ibu Desi Tresnawati, adalah salah satu orang tua yang telah menyekolahkan anakanya di PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari. Kini anaknya, Lintang Ramadhani telah masuk kelas 1 Sekolah Dasar. Beliau mengatakan bahwa meskipun tenaga pendidik di PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari merupakan lulusan Paket C, akan tetapi menurut beliau mereka mampu mendidik anaknya dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat ketika masuk TK Lintang bertemu dengan teman-teman dari berbeda tempat dan latar belakang. Ketika dibandingkan dengan teman-teman yang tidak menempuh PAUD terlebih dahulu, akan sangat banyak perbedaan. Dengan mudah Lintang mengikuti setiap pembelajaran di TK, berani untuk maju ke depan, berani di sekolah tidak ditunggu, mengerti hampir semua lagu-lagu yang dinyanyikan, mengerti gambar-gambar, mulai bisa menghitung, sudah mengenal huruf, dan lain-lain. Akan tetapi untuk mereka yang tidak menempuh PAUD banyak yang di kelas hanya duduk dan diam, mereka tidak berani untuk menampilkan kemampuannya, tidak mengetahui huruf-huruf, apalagi berhitung. Sehingga menurut Ibu Desi para pendidik di PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari mampu mendidik anak-anak diidknya dengan benar baik secara akademik maupun non akademik meskipun ada salah satu pendidik yang dalam menyanyi terkadang kurang tepat nadanya sehingga terdengar lucu.
Narasumber lain juga memberikan kesimpulan bahwa pendidik di PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari mampu mendidik anak didiknya. Meskipun dalam kegitan akademik ada sedikit perbedaan dengan PAUD yang dididik oleh tenaga pendidik lulusan PGPAUD, namun dalam hal mental mereka sangat mampu. Ketika ada anak yang menangis, dengan perlahan mereka akan membujuk mereka dengan sangat sabar dan sudah sangat bisa dipastikan anak tersebut akan nurut. Selain itu, ketika ada anak yang tidak mau sekolah, biasanya mereka akan menjemput dan membujuk dengan sangat ikhlas. mereka tidak pernah memarahi atau sekadar membentak anak-anak. Mereka akan bebricara dengan sangat halus. Ketika ada salah satu anak yang tidak mau bergabung untuk belajar, misalnya berdoa, menggambar, menyanyi, dan kegiatan lainnya, biasnya akan didudukan di pangkuan mereka. Hal tersebut merupakan salah satu tindakan yang sangat memperhatikan muridnya. Dan dapat dikatakan bahwa kemampuan mereka dalam membujuk dan membentuk karakter peserta didik bagus.
Dalam hal hubungan dengan orang tua murid, tenaga pendidik sangat dekat dan ramah. Setiap sebulan sekali diadakan rapat rutin yang membahas tentang keberlangsungan proses belajar mengajar di PAUD. Selain itu, tenaga pendidik biasanya akan selalu menyampaikan apa yang dilakukan oleh peserta didik di PAUD kepada orang tuanya. Seperti contoh peserta didik hari ini tidak mau mengaji, peserta didik mewarnai dengan sangat rapi dan sebagainya. Hal tersebut juga sebagai salah satu kategori bahwa tenaga pendidik memiliki kemampuan yang baik untuk memahami peserta didik serta memiliki hubungan baik dengan orang tua peserta didik.
Tak ada gading yang tak retak. Begitupun dengan keahlian para pendidik di PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari. Meskipun telah dijelaskan kemampuannya dan kepribadian mereka yang sangat mampu membimbing peserta didik dan melakukan hubungan baik dengan orang tua murid, namun tetap memiliki beberapa kekurangan khususnya ketika berhubungan dengan hal akademik. Tanpa berusaha membedakan latar belakang pendidikan, akan tetapi mereka memiliki beberapa kelemahan. Contohnya untuk salah satu tenaga pendidik memiliki kelemahan dalam bernyanyi. Ia selalu bernyanyi tidak tepat di nada standarnya. Dan hampir semua lagu yang ia nyanyikan selalu tidak tepat. Bahkan ketika masih memiliki partner yang bernama Ibu Aniyah, pasti Ibu Aniyah akan mengulang lagu-lagu yang Beliau nyanyikan dengan nada yang tepat. Selain itu, para tenaga pendidik biasanya salah dalam pengucapan kata-kata berbahasa inggris. Serta tenaga pendidik kurang mampu menguasai teknologi atau IT dalam proses pembelajaran maupun dalam kegiatan dan hal-hal lainnya.

           


















BAB III
PENUTUP
3.1  Simpulan
Proses belajar mengajar di PAUD Tunas Taqwa dimulai pukul 07.15 dan diakhiri pukul 10.15. Kegiatan terdiri dari penyambutan, kegiatan awal, istirahat, kegiatan inti, dan penutup. Setiap kegiatan tersebut memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Mengajar anak usia dini memiliki beberapa kendala yaitu kendala yang berhubungan dengan orang tua murid dan kendala yang berhubungan dengan peserta didik. Tenaga pendidik sering mengikuti pelatihan baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.
Meskipun tenaga pendidik hanya lulus paket C, akan tetapi kemampuannya dalam mendidik peserta didik dianggap mampu dan sangat menguasai. Hal tersebut dilihat dari lulusan PAUD Tunas Taqwa dan anak-anak yang sekarang masih belajar di PAUD Tunas Taqwa. Akan tetapi masih terdapat sedikit kelemahan dalam hal akademik misalnya menyanyi, penggunaan IT, dan berbahasa inggris.

3.2  Saran
Dari kenyataan yang ada dilapangan seperti yang telah dijelaskan di atas, penulis memiliki beberapa saran yang dirasa cukup membantu dalam keberlangsungan dan kemajuan PAUD Tunas Taqwa 2 Banjarsari. Beberapa saran tersebut yaitu pemberian penataran dan pelatihan kepada tenaga pendidik, misalnya dalam hal berbahasa inggris dan penerapan teknologi dalam proses pembelajaran. Tenaga pendidik melakukan eksperimen untuk mengajarkan hal-hal baru maupun mengajar dengan cara yang baru agar tidak terkesan monoton dan membosankan.






Lampiran Dokumentasi
 








                   
Bentuk pembelajaran sesuai tema yaitu olahraga air (berenang)             contoh buku rapor

 








Pembelajaran sesuai tema yaitu bertani                                   mengaji





Lampiran Dokumentasi

                     Bersama Ibu Desi dan Lintang                          bersama Ibu Rasinah dan Danar
Bersama Ibu Lusiati dan Rafaputri                                         Ibu Kusyati dan Gibran

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes